Baner

Photobucket
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Minggu, 13 September 2009

Pernyataan Baru Osama tentang Amerika Dirilis


Washington - Pemimpin Al-Qaeda, Osama bin Laden, kembali mengeluarkan pernyataan dalam sebuah rekaman audio. Rekaman yang sengaja dikeluarkan oleh divisi media jaringan militan Al-Qaeda tersebut diakui memang ditujukan bagi warga Amerika Serikat (AS).

Divisi media milik Al-Qaeda, As-Sahab, merilis sebuah video yang berisi gambar-gambar Osama bin Laden dan sebuah rekaman audio. Namun, tanpa subtitle maupun transkrip. Rilis dilakukan dua hari setelah Amerika Serikat memperingati tragedi 9/11 yang menewaskan 3.000 orang tahun 2001.

"Video menunjukkan gambar Osama bin Laden sementara pernyataan audio didengarkan. Tidak ada video footage yang menunjukkan Osama bin Laden maupun yang lain, semua terpisah antara gambar dengan rekaman audio," ujar media intelijen Amerika Serikat, IntelCenter, seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (14/9/2009).

Rekaman audio terakhir Osama dirilis pada 3 Juni lalu, yang isinya pernyataan Osama yang merendahkan Presiden AS Barack Obama karena turut campur dalam dunia Islam dan sebuah peringatan tentang konflik yang akan terjadi di masa depan. Video itu ditayangkan di saluran berita Al-Jazeera kurang dari satu jam setelah Obama mendarat di Arab Saudi saat menjalani tur Timur Tengahnya.

Menjadi buronan paling dicari oleh intelijen AS, kepala Osama dihargai Rp 498 miliar (50 juta dolar). Selama 8 tahun terakhir ini Osama diduga bersembunyi di sekitar Pakistan atau Afghanistan, dekat pegunungan terpencil yang merupakan wilayah perbatasan kedua negara.
(nvc/nrl)

Sumber :
http://www.detiknews.com/read/2009/09/14/113135/1202978/10/pernyataan-baru-osama-tentang-amerika-dirilis?991102605

Senin, 24 Agustus 2009

Kasus Lapindo berakhir dengan SP3


Satu berita yang sangat menghebohkan dengan keluarnya surat SP3 untuk kasus LAPINDO. Surat tersebut menyatakan bahwa Lapindo bukan disebabkan karena kelalaian manusia melainkan disebabkan karena bencana alam.Weleh kalau sudah begini bagaimana nasib rakyat kecil yang rumah nya tenggelam oleh lumpur lapindo. Lagi lagi rakyat kecil yang dijadika tumbal dari musibah ini. Yang menjadi pertanyaan apakah benar ini murni bencana alam. Hu uh, pedih rasanya hati ini, mudah mudahan hati pemerintah terketuk untuk segera menyelesaikan kasus lapindo ini.

Untuk membantu kawan kawan korban lapindo mari Click untuk tolak SP3 Kasus Lapindo


Photo dikutib dari:
http://www.detikinet.com/read/2009/08/25/101140/1189077/398/3-ribuan-facebooker-tolak-sp3-kasus-lapindo

Minggu, 23 Agustus 2009

Tari Pendet di akui Malaysia


Satu lagi kesenian kita terampas oleh negara tetangga kita. Sekarang tari pendet entah apalagi esok nanti. Satu demi satu kebudayaan kita hilang begitu saja. Apakah ini bisa hanya dengan pembicaraan diplomasi? Saya rasa ini suatu hal yang mustahil menurut saya, ini hanya bisa diselesaikan di forum internasional.

Kalo satu saja di biarkan pasti kedepan nya akan ada lagi kebudayaan kita yang di akui oleh negara tetangga kita. Mudah mudahan pemerintah kita tidak hanya diam tapi bisa bersikap tegas atas segala prilaku negara tetangga yang amat sangat merugikan negara republik Indonesia.

Dimanakah macan asia yang dulu mengaum dengan keras. Saya sangat mendambakan sosok pimpinan yang tegas dan berwibawa. Coba anda ingat adakah kejadian pengakuan kebudayaan yang di akui negara malaysia pada masa era orde lama maupun orde baru?

Pemerintahan suharto memang banyak sekali kekurangan nya, tapi menurut saya itu jauh lebih baik dari pemerintahan yang ada sekarang ini. Coba liat negara tetangga mana yang berani dengan negara kita jaman pemerintahan suharto dulu.

Bukan nya saya ingin membanding bandingkan pemerintahan Suharto dan SBY tapi saya juga mengakui pemerintahan SBY dari segi pemberantasan korupsi sudah cukup baik dan banyak perubahan yang terjadi. Tapi lepas dari semua itu masih banyak kekurangan dari pemerintaha SBY, salah satu nya kurang cepat nya dalam mengambil keputusan dan sering terkesan terlalu berhati hati. Di samping itu kurang tegas nya pemerintah dalam seketa batas negara dan pengakuan kebudayaan indonesia. Ini adalah suatu alert bagi pemerintah untuk segera membenahi dan bersikap tegas atas segala hal yang bersifat merugikan negara kita.

Berkibarlah sang saka merah putih, Terbang lah yang tinggi garuda perkasa ku. Tunjukkan pada dunia bahwa kami bangsa indonesia masih ada. Kami para pemuda indonesia masih cinta akan budaya bangsa ini. Kami para pemuda cinta akan tanah air bangsa ini. Tiada kata lain rebut kembali kebudayaan negera ini.
Merdeka,......!



Photo di kutip dari:
http://news.okezone.com/read/2009/08/23/1/250461/tak-mudah-membawa-soal-pendet-ke-internasional

Sabtu, 22 Agustus 2009

Sebagian Warga Jombang Baru Jalani Puasa Minggu Besok

Sabtu, 22/08/2009 18:08 WIB

Tamam Mubarrok - detikSurabaya


Jombang - Para penduduk di satu perkampugan yang mayoritas pengikut jamaah Tarekat Naqsabandiyah Kholidiyah di Dusun Kapas, Desa Dukuhklopo, Kecamatan Peterongan, Jombang, baru memulai puasa pada Minggu (23/8/2009) besok.

"Kami memulai puasa Minggu besok karena hasil hisab maupun rukyat kami menunjukkan bulan pada posisi tak bisa dilihat," kata pemimpin Tarekat Naqsabandiyah Kholidiyah, KH Nasuchah Anwar di rumahnya, Sabtu (22/8/2o09).

Karena hilal atau bulan tidak terlihat, jamaah ini menggenapkan bilangan bulan Sya'ban dalam kalender Hijriyah menjadi 30 hari. Karena tak ada yang puasa, warung makanan di kampung itu buka seperti biasa dan ramai disinggahi warga setempat.

"Pak kiai menyatakan kami baru puasa pada Minggu besok. Untuk masalah agama, kami tidak ikut pemerintah, tapi ikut pemimpin jamaah kami," kata Sunaryo (37), seorang warga yang berada di salah satu warung di dusun itu.

Menurut Kiai Nasuchah, sejak dulu jamaah ini tidak pernah sama dengan keputusan pemerintah saat mengawali maupun mengakhiri bulang puasa. "Sejak nenek moyong, kami lebih sering tidak sesuai. Tapi perbedaan ini kan tidak masalah," tegas Nasuchah.

Jika Kiai Nasuchah mengaku sebagai pengikut Tarekat Naqsabandiyah Kholidiyah, namun sejumlah warga yang ditemui detiksurabaya.com, menuding komunitas ini merupakan pengikut aliran Alif Rebo Wage (Aboge), seperti di Situbondo maupun Wonosobo, Jawa Tengah.

Dalam catatan detiksurabaya.com, dari tahun 2007 hingga 2009 ini, jamaah ini selalu berbeda dengan pemerintah maupun Ormas NU dan Muhammadiyah. Baik saat menetapkan puasa Ramadhan, Idul Fitri, maupun salat Idul Adha.

Meski berbeda dengan ketetapan NU, namun peribadatan jamaah pimpinan Kiai Nasuchah itu memiliki kesamaan dengan peribadatan warga Nahdliyin pada umumnya. Di antaranya tradisi pujian salawat sebelum salat dan wiridan usai salat.

Bacaan diambil dari
Website Detik.com

Beri nilai untuk Blog saya,...Terima kasih.

Increase your PageRank