Baner

Photobucket

Minggu, 16 Agustus 2009

Lika Liku Membangun Sebuah Usaha




Kita sering kali mendengar orang orang yang bercerita ingin memulai usaha. Atau bahkan teman teman kita yang bercerita tentang keluh kesah nya dan ingin sekali memperbaiki kehidupan mereka. Alhasil bayak diantara mereka yang hanya menginginkan semua itu tanpa di dukung dengan pelaksanaan nya.

Saya pun pernah mengalami nya. Ingin sekali mendirikan usaha tapi tidak tahu usaha apa yang akan di dirikan dan bagaimana mendirikan suatu usaha. Sudah beberapa buku saya baca untuk mendapatkan referensi tentang usaha yang menguntungkan. Semakin bayak buku yang saya baca bukan berarti saya dapat langsung mendirikan usaha. Ternyata memang mendirikan usaha itu tidak semudah seperti membalikkan kedua telapak tangan anda. Di perlukan keberanian yang besar untuk mendirikan usaha.

Sedikit saya share, saya memiliki pengalaman membuka kafe tapi sayang nya usaha saya itu tidak berjalan dengan lancar. Waktu itu usia saya masih sangat muda. Obsesi dan jiwa muda untuk dapat memiliki usaha sendiri ternyata masih kurang. Kelebihan tersebut tidak di imbangi dengan kerjasama tim yang solid dan tidak ada nya koordinasi dan kurang strategis nya lokasi tempat kami tersebut. Dana yang terbuang dalam usaha tersebut kira2 sekitar 25 – 30 jt rupiah. Kalo saya ingat kembali betapa bodoh nya saya membuang uang sebesar itu. Padahal jgn kan 30 jt. Cari uang 1 jt saja pontang panting. Kerugian yang saya dapat tidak hanya uang 30 jt, tapi rasa percaya diri saya hilang.

Rasa takut akan kegagalan yang pernah saya alami terus menghantui. Kalo kehilangan uang 30 jt. Mungkin masih seberapa tapi kehilangan keberanian dan rasa percaya diri adalah dampak yang sangat besar atas kegagalan saya. Rasa takut untuk memulai lagi terus menghantui saya. Berusaha untuk menghilangkan rasa takut itu saya mencoba untuk membuat usaha lagi tapi dengan modal yang kecil. Kira kira 1 jt. Usaha baru saya ini adalah menjual jaket hujan. Karena pada saat itu musim hujan yang berkepanjangan jd saya rasa jualan jaket hujan adalah pasar yang bagus. Saya mencari barang jas hujan dari Jakarta dan mendistribusikan ke Batam. Sepintas memang usaha ini berjalan dengan lancar sampai akhir nya musin hujan pun berganti dengan musin kemarau. Alhasil bayak barang saya tidak laku terjual. Dari sini saya mendapat pelajaran bahwa dalam berjualan harus memperhitungkan berapa lama barang kita akan terjual. Sehingga bisa memperkirakan berapa barang yang harus kita stok. Tidak seperti saya yang menyetok barang terlalu banyak ini di karena kan pada awal nya respon akan barang itu lumayan banyak, tetapi seiring berubah nya musim berubah pula daya beli pasar. Lagi lagi saya gagal dalam usaha saya yang kedua ini.

Saya memang gagal di dua usaha saya, tapi bukan berarti kegagalan usaha saya ini mematah kan semangat saya. Berusaha dan terus berusaha untuk mencari celah celah usaha terus saya lakukan. Kemudian saya mencoba untuk membuat usaha desain dan produksi outbun. Memang modal yang di keluarkan lumayan besar. Biaya untuk produksi satu rumah pohon saja sudah mengeluarkan biaya sebesar 15 jt. Dari tahap desain sampai tahap promosi saya mencoba untuk belajar dan terus belajar. Saat ini memang banyak yang menanyakan rumah pohon itu tapi sayang nya belom ada yang tertarik untuk memesan nya. Tapi saya masih belom menyerah saya terus melakukan tahap promosi antara lain promosi lewat internet sampai dengan promosi melalui stasiun televise. Trans7 pun menggaet saya untuk acara cita cita ku. Mudah mudahan dengan ada nya acara itu usaha saya dapat berjalan dengan lanca

0 komentar:

Beri nilai untuk Blog saya,...Terima kasih.